Tes Yamaha Mio M3 125 Non Stop 30 Hari, Apakah Obyektif?

Simulasi tes ketahanan motor matic terbaru Yamaha yaitu Mio M3 125 selama 30 hari, akhirnya sudah berakhir hari ini Sabtu (13/12/2014). Tapi sayang, sesi tes ini masih sangat subyektif. Tentu ada beberapa alasan besar yang harus jadi pegangan. Berikut ulasannya.

Alasan Yamaha melakukan sesi tes ini untuk membuktikan bahwa teknologi terbarunya yaitu Blue Core sangat handal, bertenaga dan efisien. Lalu mereka pun mengambil motor sampel dan melakukan running selama 30 hari di atas mesin dyno meter. Pengikatnya dikuatkan sehingga simulasinya seperti dikendarai oleh orang dengan berat badan 40 kg.

Pengujian ini sudah dilakukan sejak 13 November 2014 hingga hari ini. Adapun setup putaran mesin sebesar 4.500 RPM dengan konversi kecepatan motor di roda belakang sebesar 30-35 kilometer per jam. Hasilnya, dalam sehari motor ini menempuh perjalanan sekitar 840 kilometer. Konsumsi bbm sekitar 60 km/liter (kpl).

Hasil ini diperoleh dari jumlah bbm yang dikonsumsi per 6 jam adalah 3,4 liter (isi tangki 4,2 liter, disisakan 0,8 liter sebelum diisi penuh lagi). Lalu 3,4 liter dikalikan 4 (untuk mencapai waktu 24 jam) menjadi 14 liter. Nah, kecepatan 840 km tadi kemudian dibagikan dengan 14 liter, maka diperoleh angka 60 kpl.

Namun yang jadi tanda tanya besar adalah motor yang diuji itu bukan motor yang baru keluar dari zona assembling atau QC (Quality Control). Lantaran speedometer sudah menunjukkan angka 10.229 km bukan yang kilometer di bawah 10. Artinya motor sudah berjalan cukup jauh dan kemungkinan sudah melalui servis dan penggantian komponen dalam.

Meski Mohammad Masykur selaku Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing telah memastikan tak ada penggantian komponen, tetap saja subyektif. “Kami hanya melakukan penggantian oli saja dan tidak ada proses servis apapun di motor ini.”

Kendati Masykur sudah menepis anggapan tersebut, namun tidak ada yang bisa menjamin motor tidak dilakukan penggantian komponen dari jarak 0 hingga 10.229 km yang tercatat di speedometer-nya.

Apalagi tidak ada pihak ketiga secara independen yang menyaksikan proses pengujian tersebut. Misalnya sertifikasi dari pihak ketiga untuk menjaga keabsahan pengujian berdasarkan kriteria yang disepakati bersama.

“Nantinya kami akan melakukan pengetesan yang seperti ini sekaligus untuk pemecahan rekor MURI di tahun depan. Kami akan langsung menyasar Universitas ternama nasional di 10 kota untuk membuktikan bahwa motor ini memang punya teknologi terbaik,” ujar Ibrohim, Service Advisor CBU DDS Yamaha.

Ditunggu sesi tes selanjutnya yang lebih obyektif! (metronews.com)

Baca Juga :
Siap-siap…Yamaha New Mio M3 125 dengan Teknologi Blue Core

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*