Taman Budaya Yogyakarta

Taman Budaya Yogyakarta
Jalan Sriwedani No.1, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Telp : +62 274 523512

Pada awalnya, Taman Budaya Yogyakarta (TBY) bertempat di kawasan Bulaksumur Universitas Gadjah Mada. Tepatnya pada tanggal 11 Maret 1977 TBY Bulaksumur mulai dibangun sebagai Pusat Pengembangan Kebudayaan (PPK) Daerah istimew Yogyakarta (DIY). Gedung TBY yang dinamakan Purna Budaya kemudian dijadikan situs untuk membina, memelihara, dan mengembangkan kebudayaan DIY dan sekitarnya. Purna Budaya terdiri dari dua konsep bangunan. Pertama, Pundi Wurya yang dijadikan pusat kesenian dengan berbagai fasilitas seperti panggung, studio tari, tempat diskusi, dan administrasi. Kedua, Langembara yang dijadikan ruang pameran, workshop, kantin, dan penginapan.

TBY Bulaksumur berjalan dari tahun ke tahun dengan berbagai dinamikanya, sampai pada 1995 pihak UGM mengirim surat pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan meminta agar Purna Budaya dijadikan sarana kegiatan kemahasiswaan. TBY kemudian dibangun lagi di kawasan cagar budaya benteng Vrederburg yang berdampingan dengan gedung Societet Militair.

Pada 2002, TBY dikembangkan menjadi Unit Pelaksana teknis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Povinsi DIY. TBY memiliki visi untuk menjadi pusat budaya terkemuka di tingkat nasional dan internasional. Sedangkan misi TBY yaitu (1) Memberikan ruang kreatif bagi seniman dan budayawan untuk mempresentasikan karya kreatif dan pemikiran mereka. (2) Menjadi suatu pusat laboratorium pengembangan dan pengolahan seni, dokumentasi dan informasi seni budaya. Dan (3) Meningkatkan kompetensi dan kemampuan masyarakat dalam mengapresiasi seni budaya.

Lokasi TBY yang baru bertempat di pusat kota Yogyakarta. Tepatnya di Jalan Sri Wedani No 1, Yogyakarta. TBY berada di sebelah timur benteng Vredeburg, berdampingan dengan Taman Pintar dan pasar buku Shopping. Seperti gedung sebelumnya, kompleks bangunan TBY dekat Vredeburg juga terdiri dari dua bagian: Concert Hall Taman Budaya dan Gedung Societet Militair. Di Concert Hall terdapat ruang pameran yang dapat digunakan untuk diskusi, pembacaan puisi, dan pelatihan kesenian. Sedang gedung Societet Militair digunakan untuk ruang pertunjukan berkapasitas 500 penonton.

Sampai saat ini TBY masih sering digunakan berbagai komunitas untuk menghelat acara-acara seni dan budaya. Salah satu perhelatan akbar yang digelar rutin di TBY adalah Festival Kesenian Yogyakarta yang diadakan tiap tahun dan Biennale Jogja tiap dua tahun. Festival Gamelan Internasional yang hanya satu-satunya di dunia juga diselenggarakan di TBY. (kotajogja.com)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*