Libur Sambil Kerja 1_resize

Survei : 2 dari 3 Orang Tetap Bekerja Saat Berlibur

Situs perjalanan TripAdvisor, Kamis (20/11), meluncurkan hasil dari survei terbaru.

Surveinya dilakukan kepada 16.765 wisatawan di dunia dengan responden berasal dari Asia Tenggara (Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand), Australia, Brasil, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Rusia, Spanyol, AS dan Inggris pada 7- 13 Agustus 2014.

Survei ini mendapati, 67% dari responden yang merupakan karyawan di Asia Tenggara melaporkan pernah bekerja saat berlibur tahun lalu, dibandingkan dengan rata-rata global sebesar 46%.

“Survei TripAdvisor ini menunjukkan bahwa wisatawan di Asia Tenggara menerima cuti tahunan lebih sedikit dibandingkan dengan mereka di negara-negara barat, dan saat mereka berlibur, nampaknya lebih seperti ‘workation’ daripada vacation atau berlibur,” Jean Ow-Yeong, spokesperson TripAdvisor.

“Di dunia yang sangat terhubungkan saat ini, wisatawan Asia Tenggara merasakan kebutuhan untuk tetap terhubungkan bahkan saat berlibur.”

Berikut ini rincian hasil survei TripAdvisor.

Mengapa Orang Bekerja Saat Libur

• 55% responden di Asia Tenggara berkata mereka tidak keberatan untuk sedikit bekerja selama berlibur, sementara 36% memilih untuk benar-benar terbebas dari pekerjaan dan 8% menikmati untuk tetap terhubungkan ke pekerjaan mereka saat berlibur.

• Di semua negara yang disurvei alasan utama tetap bekerja saat berlibur adalah situasi darurat yang membutuhkan perhatian – 75% dari responden di Asia Tenggara melaporkan ini, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata global sebesar 58%.

• Responden Asia Tenggara adalah yang paling mungkin merasa bersalah jika tidak bekerja selama berlibur (19%) dan yang paling mungkin mengatakan bahwa manajer mereka mengharapkan mereka untuk bekerja (15%).

Tren Email dan Konektivitas Online

• 90% responden Asia Tenggara biasanya memeriksa email kerja mereka saat berlibur

• Dari mereka yang memeriksa email kerja mereka saat berlibur, 44% mengatakan hal tersebut sudah jadi kebiasaan sehari-hari dan tidak menganggapnya sebagai ‘kerja’

• 41% memeriksa email kerja mereka sekali sehari, sementara 41% mengaku memeriksa email beberapa kali dalam sehari.

• 46% dari responden mengatakan meningkatnya konektivitas internet dan akses ke perangkat mobile telah membuat perusahaan berharap bahwa karyawan harus selalu siap untuk pekerjaan, sehingga memberikan perasaan harus memeriksa email saat berada di luar kantor

Cuti Tahunan yang Diberikan, Adilkah?

• Rata-rata, responden di Asia Tenggara mendapatkan cuti tahunan sebanyak 20 hari, empat hari lebih sedikit dari rata-rata global sebanyak 24 hari

• Hanya 53% responden Asia Tenggara yang puas dengan jumlah cuti yang diberikan, dibandingkan dengan rata-rata global sebesar 68%.

• Responden Asia Tenggara ingin tambahan cuti tahunan sebanyak 3 hari, dengan anggapan 23 hari dianggap adil dan sesuai.

• 56% dari responden yang disurvei merasa mereka tidak bisa mengambil cuti mereka di tahun-tahun lalu karena pekerjaan yang terlalu banyak.

• 69% responden di Asia Tenggara mengatakan bahwa liburan membuat mereka kembali segar dan bersemangat. 29% mengatakan mereka bisa mengatasi tekanan pekerjaan dengan lebih baik setelah berlibur. (nationalgeographic.co.id)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*