RI Untung Rp 2 T jika tiap Minyak Turun USD 1

Harga minyak dunia masih terus mengalami penurunan. Saat ini, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) telah berada di bawah USD70 per barel.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Hendar, berpendapat bahwa dengan menurunnya harga minyak dunia sebesar USD1 akan semakin memperbaiki neraca berjalan Indonesia USD170 juta atau Rp2 triliun jika mengacu kurs Rp12.322 per USD.

“Setiap penurunan harga minyak dunia akan berdampak positif pada neraca pembayaran kita. Kalau menurun sebesar USD1, maka hal tersebut bisa memperbaiki neraca berjalan kita sebesar USD170 juta” ujar dia di Gedung BI, Jakarta, Kamis (4/12/2014).

Lebih lanjut dia menyebutkan, kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang ditetapkan pemerintah sejak 18 November lalu juga akan mempengaruhi kondisi neraca berjalan Indonesia meskipun harga minyak yang turun adalah minyak mentah.

“Kita tentu menyambut baik kebijakan pemerintah yang meningkatkan harga bahan bakar minyak bersubsidi,” jelasnya.

Meskipun akibat dari kenaikan BBM tersebut menimbulkan lonjakan inflasi, namun pihaknya meyakini bahwa inflasi tersebut tidak berjalan lama.

“Memang jangka pendek bisa menimbulkan inflasi, tapi dalam jangka panjang bisa memperkecil defisit neraca berjalan yang sehat. Kita senang dengan adanya reformasi fiskal ini,” jelas dia. (okezone.com)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*