Penarikan Retribusi Goa Pindul oleh Peragkat Desa Dikritik

Keputusan pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang memberlakukan retribusi kawasan obyek wisata Gua Pindul mendapatkan kritikan dari masyarakat.

Sebab, penarikan retribusi yang dibebankan kepada perangkat desa dikhawatirkan bisa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Salah seorang tokoh masyarakat Bejiharjo yang juga sekaligus anggota DPRD Gunungkdul, Suyanto menilai kebijakan pemerintah daerah yang menggunakan tenaga perangkat desa untuk menarik retribusi kawasan Gua Pindul tidak tepat.

Hal itu bisa mengganggu pelayanan kepada warga karena perangkat desa harus melakukan penarikan retribusi sejak pagi hingga sore hari.
“Kalau penarikan retribusi menurut saja tidak masalah. Yang saya sayangkan, pemerintah daerah melibatkan perangkat desa dalam menarik retribusinya,”ucapnya, Minggu ( 28/12).

Warga Dusun Sokoliman ini mengungkapkan, Desa Bejiharjo memiliki wilayah yang cukup luas dan warga yang cukup banyak. Dengan menetapkan empat lokasi penarikan retribusi yang semua petugasnya berasal dari perangkat desa, otomatis akan mengganggu pelayanan kepada warga.

Selama ini perangkat desa yang memiliki tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat malah lebih fokus dalam menarik retribusi. Hal tersebut sangat merugikan masyarakat dan sudah seharusnya dievaluasi secara menyeluruh.

“Seharusnya penarikan tidak melibatkan pemerintah desa meski ada pemasukan bagi desa. Penarikan itu menjadi tanggungjawab dari pemerintah daerah. Seharusnya petugasnya berasal dari pemerintah daerah, bukan membebankan kepada perangkat desa,” jelasnya. (tribunjogja.com)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*