Pekalongan

Pekalongan Raih Kota Kreatif dari UNESCO

Kota Pekalongan, Jawa Tengah, meraih predikat sebagai Kota Kreatif Dunia bidang kerajinan dan kesenian rakyat dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

“Saya lihat di website resmi UNESCO jika Kota Pekalongan menjadi anggota jaringan Kota Kreatif Dunia. Tentunya, kita bersyukur karena yang diraih Kota Pekalongan ini luar biasa, sebuah penghargaan internasional,” kata Wali Kota Pekalongan Basyir Ahmad, Rabu.

Menurut dia Pekalongan adalah kota pertama di Indonesia yang masuk dalam jejaring kota kreatif dunia UNESCO.

“Nanti kalau kita sudah dapat sertifikatnya maka bisa pasang nama UNESCO di kop surat. Mungkin nanti juga akan kita rayakan, supaya masyarakat tahu,” katanya.

Pemerintah Kota Pekalongan, ia mengatakan, selanjutnya akan bertukar pengalaman dengan pemerintah kota-kota kreatif dunia yang lain dan menjalin kerja sama untuk mendukung pelaksanaan pembangunan berkelanjutan.

“Nanti kita akan bertukar pengalaman dengan beberapa kota yang sama. Misalnya saja dengan Incheon di Korea Selatan,” katanya.

UNESCO pada 1 Desember menetapkan 28 kota dari 19 negara sebagai anggota baru Jaringan Kota Kreatif UNESCO, sebuah jaringan yang ditujukan untuk mendorong kerja sama internasional antara kota-kota yang berkomitmen berinvestasi dalam kreativitas sebagai penggerak pembangunan urban berkelanjutan dan meningkatkan pengaruh budaya di dunia.

Selain Pekalongan, anggota baru jaringan kota kreatif bidang kerajinan dan kesenian tradisional terdiri atas Jacmel (Haiti), Jingdezhen dan Suzhou (Tiongkok), serta Nassau (Bahamas).

Selain itu ada Bilbao (Spanyol), Curitiba (Brasil), Dundee (Inggris Raya dan Irlandia Utara), Helsinki (Finlandia), Turin (Italia) yang ditetapkan kota kreatif bidang desain.

Lalu ada Sofia (Bulgaria), Busan (Republik Korea), Galway (Irlandia) yang masuk anggota baru kota kreatif bidang film serta Dakar (Senegal), Gwangju (Republik Korea), Linz (Austria), Tel Aviv-Yafo (Israel), dan York (Inggris Raya) untuk bidang seni media.

Granada (Spanyol), Dunedin (Selandia Baru), Heidelberg (Jerman), dan Prague (Czech Republic) merupakan kota kreatif bidang sastra.

Sementara Florianopolis (Brasil), Shunde (Tiongkok) dan Tsuruoka (Jepang) termasuk kota kreatif bidang gastronomi serta Hamamatsu (Jepang), Mannheim (Jerman) dan Hanover (Jerman) masuk kota kreatif bidang musik.

Dengan bergabung dalam Jaringan Kota-Kota Kreatif UNESCO, kota-kota itu berkomitmen berkolaborasi dan membangun kemitraan guna mempromosikan industri kreatif dan budaya serta berbagi pengalaman dan mengintegrasikan budaya dalam rencana pembangunan sosial dan ekonomi. (antaranews.com)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*