Omset Perajin Lurik Tradisional Naik 30 Persen

Aturan penggunaan busana tradisional bagi PNS baru-baru ini, mendatangkan keuntungan bagi para perajin lurik. Sejak pemberlakuan aturan tersebut, omset mereka naik hingga 30 persen lantaran banyaknya pesanan yang datang.

Salah satu perajin lurik yang mengalami peningkatan omset adalah Kurnia Lurik. Pemiliknya, Jussy Rizal, mengaku menerima banyak pesanan sejak ada aturan penggunaan busana tradisional bagi PNS pada hari-hari tertentu.

“Mereka pesan lurik di sini. Penjualan produk kami lantas meningkat sejak beberapa bulan terakhir,” kata Rizal saat dijumpai di showroomnya, Jalan Parangtritis km 3,5, Dusun Krapyak Wetan Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon.

Sejak berdiri tahun 1962 silam, Kurnia Lurik masih konsisten mempertahankan karakter tradisional pada proses pembuatan produknya. Ternyata, karakter tradisional yang dipertahankan justru menjadi daya tarik kain lurik tenun hingga tidak terlibas oleh produk tekstil lainnya.

“Hingga kini, kami masih mengandalkan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Seluruh proses pembuatan kain lurik mulai pewarnaan hingga tenun, mengandalkan tangan-tangan terampil,” kata Rizal.

Beberapa jenis produk Kurnia Lurik saat ini yakni kain lembaran, jarik, sarung, hingga stagen. Tidak sedikit juga masyarakat yang mulai menggunakan kain lurik untuk beragam produk fashion lain seperti kemeja, blues, tas, hingga dompet.

“Dengan dibantu 45 karyawan, kami mampu memproduksi kain lurik tenun sepanjang 3.500 meter setiap bulan. Kain-kain lurik ini lantas dipasarkan di Yogya hingga Jakarta,” tandasnya. (krjogja.com)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*