Hati-hati Kena Tipu Promo Diskon Akhir Tahun

Jelang natal dan tahun baru, tawaran belanja diskon membanjiri pusat-pusat perbelanjalan. Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan, Widodo mengimbau agar warga waspada terhadap potensi pengelabuan diskon.

“Paling banyak terjadi di produk-produk retail, pakaian,” kata Widodo dalam acara sosialisasi Standarisasi dan Perlindungan Konsumen di Gedhong Pracimosono, Selasa (16/12).

Kasus pengelabuan diskon itu ada beberapa model. Sebagai contohnya, produk diletakkan di keranjang diskon 50 persen. Tapi saat membayar di kasir, konsumen ternyata harus membayar lebih mahal dengan alasan produk tadi salah penempatan.

Ada juga pemberian label diskon pada produk yang harganya sudah dinaikkan dulu. Jadi, sebenarnya harganya sama saja dengan reguler. “Ini pengelabuan terhadap konsumen. Harus dilaporkan,” kata Widodo.

Untuk membuktikannya, perlu pengecekan pembukuan oleh petugas.
Jika pengelabuan terbukti, para pelaku usaha bisa dikenai sanksi lima tahun penjara dan atau denda maksimal Rp 2 miliar. Ia berharap, konsumen mau melaporkan jika mendapati kasus pengelabuan semacam itu.

“Bisa lapor online, lewat situs www.siswaspk.go.id. Lewat web itu langsung ke Jakarta, langsung kami tangani,” ujarnya.

Pantauan Tribun, sejumlah pusat perbelanjaan sudah menawarkan diskon besr-besaran akhir tahun. Contohnya Ambarrukmo Plaza yang menawarka diskon hingga 70 persen di 220 tenantnya.

Selain pengelabuan diskon, ada sekitar 1.300 kasus penjualan produk yang menyalahi aturan selama 2014. Itu meliputi produk yang tak berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) 442 kasus, pelanggaran manual dan kartu garansi 303 kasus, tidak berlabel bahasa Indonesia 485 kasus, distribusi formalin 50 kasus.

“Dari sekian kasus, baru 16 yang ditindak hukum. Sebab, prosesnya lama, bisa bertahun-tahun,” ungkapnya. (tribunjogja.com)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*